Tingkatkan Produktivitas Produk Halal, Jawa Timur Gelar East Java Halal Agro Industry Festival

(Kota Surabaya) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur telah sukses menggelar kegiatan East Java Halal Agroindustry Fest 2022 di Hotel Novotel Samator.

Kegiatan tersebut digelar sesuai amanah Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal. East Java Halal Agroindustry Fest 2022 juga digelar dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing dan nilai produk halal serta meningkatkan produktivitas produk halal.

Acara tersebut diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari Kementerian/Lembaga yang menangani industri halal, Ormas/Perguruan Tinggi pegiat halal di Jawa Timur, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait industri halal dan yang membidangi perindustrian di Kab/Kota se-Jawa Timur, serta beberapa industri dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Jawa Timur.

Digelar dengan tema “Sinergi Industri Halal di Jawa Timur”, kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“East Java Halal Agro Industry Festival 2022 menjadi bagian yang penting dalam membentuk dan menunjang terbangunnya sinergitas, kolaborasi, dan pola-pola akselerasi yang bisa memberikan ruang bagi produk-produk halal untuk semakin berkembang pesat,” ungkap perempuan yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial tersebut.

Khofifah juga menambahkan dengan digelarnya forum-forum semacam ini maka berbagai pikiran dan langkah strategis bisa terbentuk sehingga sektor industri halal bisa menjadi kekuatan bersama dalam mendorong Jawa Timur untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

Secara khusus, Gubernur Khofifah turut memberikan apresiasinya atas sinergi dan kerja kolaborasi berbagai elemen strategis yang memiliki komitmen untuk memperkuat industri halal di Jawa Timur. Dirinya juga mengajak para elemen strategis untuk turut membantu penguatan peningkatan produk halal food di Jawa Timur dengan memperbanyak laboratorium, supaya percepatan Sertifikasi Halal dapat berjalan sesuai target Pemerintah.

“Mari kita ikhtiarkan langkah strategis bersama untuk memperkuat laboratorium agar percepatan sertifikasi halal bisa berjalan dengan lancar dan target pemerintah bisa terpenuhi,” ajak Khofifah.

Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menargetkan 10 juta sertifikat pada tahun ini melalui program Sertifikat Halal Gratis (SEHATI) bagi pelaku Usaha, Mikro, dan Kecil (UMK) dan program lain yang dilaksanakan oleh stakeholder halal lainnya seperti Kementerian/ Lembaga terkait, BUMN/swasta, Pelaku usaha/industri, Perguruan Tinggi Negeri/ Swasta, Ormas dan Lembaga Keagamaan Islam, dan lembaga lainnya.

Aksi afirmasi sertifikasi halal bagi UMK tersebut dilakukan melalui percepatan proses sertifikasi halal produk UMK yang disederhanakan dan dipersingkat dari semula 3-6 bulan menjadi 21-34 hari kerja serta kemudahan sertifikasi halal bagi pelaku UMK yang memenuhi standar halal yang ditetapkan BPJPH. Adapun perwujudan aksi tersebut berupa biaya sertifikasi gratis untuk UMK (nol rupiah), skema sertifikasi halal melalui self declare dan fasilitasi sertifikasi halal dari pemerintah dan masyarakat. 

Rangkaian kegiatan ini diisi oleh gelaran Talkshow yang bertemakan Sinergitas dan Komitmen Dalam Rangka Penguatan Industri Halal di Jawa Timur dengan narasumber, panelis, dan moderator yang ahli di bidangnya serta kegiatan sharing session dari Atase Perdagangan RI di Australia dan Jepang tentang kondisi dan peluang produk halal di negara yang bersangkutan.

Selain itu, juga tersedia display produk  makanan minuman serta kosmetik yang telah mengantongi sertifikat halal. Pada kegiatan ini diberikan pula penghargaan kepada beberapa Kab/Kota yang mendukung pengembangan industri halal seperti Kabupaten Malang, Sidoarjo, dan Gresik. Kemudian pelaku usaha yang berkontrubusi dalam mendukung ekspor produk halal seperti PT. Cargill Indonesia, PT. Aneka Tuna Indonesia dan PT. Wings Surya, dan Kawasan Industri Halal Safe n Lock atas dukungannya terhadap IKM di Jawa Timur.

Acara ini ditutup dengan gelaran pelepasan ekspor yang dipimpin secara langsung oleh Gubernur Khofifah berupa produk makanan ringan sebanyak 5,85 ton dari PT. Manohara Asri ke Yordania dan produk makanan (biscuit) sebanyak 4,63 ton dari PT. Mega Global Food Industry ke Saudi Arabia.


Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Sangat Bagus: 100%
Bagus: 0%
Biasa Saja: 0%
Kurang Bagus: 0%