Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) XVII

 

Surabaya International Jewellery Fair

(SIJF) XVII

 

A

genda pameran perhiasan SIJF tahun 2012 dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Jawa Timur ke 67 bertempat di Shangri-La Hotel Surabaya tanggal 25 Oktober 2012 hingga 28 Oktober 2012. Pameran dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur pada tanggal 25 Oktober 2012 pukul 09.00 WIB di Ballroom Shangri-La Hotel Surabaya,yang juga dihadiri oleh Ibu Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Euis Saidah.

SIJF ke XVII Tahun 2012 mengambil tema “Melalui Surabaya International Jewellery Fair Kita Tingkatkan desain serta kreatifitas Produk IKM Perhiasan Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing dan Meningkatkan Perekonomian Jawa Timur”, dengan peserta dari 38 pengusaha perhiasan dan peralatan dari dalam dan luar negeri serta 94 pengrajin perhiasan dari 8 provinsi di Indonesia dengan rincian pengusaha perhiasan dari luar negeri sebanyak 13 pengusaha berasal dari Malaysia, Singapura, Italia, India, dan Hongkong. Sedangkan pengusaha perhiasan berskala besar dan kecil dari dalam negeri sebanyak 94 pengusaha yang berasal dari DKI Jakarta, Bali, Kalimantan, Jawa Barat, Yogyakarta, Medan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Jawa Timur. Sehingga seluruh peserta berjumlah 132 stand yang menempati ruang pameran di Lobby dan Ball Room Hotel Shangri-La Surabaya.

Secara garis besar kegiatan SIJF dibagi dalam dua sub kegiatan Lomba Desain Perhiasan dan Pameran perhiasan bertaraf Internasional. Lomba Desain Perhiasan dan Pameran perhiasan bertaraf International. Lomba desain perhiasan 2012 digelar sebelum Surabaya International Jewellery Fair ( SIJF) 2012 dimulai. Sebanyak 134 karya desain diikutkan dalam lomba ini; terdiri karya desain dari masyarakat umum sebanyak 30, kalangan mahasiswa 14, kalangan pelajar sebanyak 81, dan karya desain dari dosen dan guru sebanyak 9.

Beberapa kegiatan pendukung,antara lain :

 

  1.   Pers Converence yang dilaksanakan oleh APEPI, Kadis Perindag Jatim, Pengusaha Perhiasan Matahari Terbit Bandung dan UBS Surabaya  yang membahas: tentang pergeseran kiblat perhiasan dari Italia ke Indonesia, Peranan ekspor perhiasan Jawa Timur  yang sangat tinggi terhadap ekspor perhiasan Nasional dan banyak investasi luar negeri ke Jawa Timur dalam bentuk kerjasama.
  2. Pemilihan Mr. GOLD MAN dengan hadiah emas murni seberat 30 gram.
  3. Menampilkan artis-artis Ibu Kota yang menampilkan model-model perhiasan-perhiasan yang disenangi masyarakat dalam dan luar negeri;suatu contoh untuk masyarakat Amerika dan Eropa menyenangi model-model perhiasan ringan karena perhiasan hanya dipergunakan untuk aksesoris tidak akan dijual lagi, sedangkan masyarakat China dan India menyenangi perhiasan model rantai yang berdesain etnik untuk aksesoris dan sekaligus untuk investasi.
  4. Masyarakat Indonesia umumnya menyenangi perhiasan-perhiasan yang dikombinasi dengan batu-batu sebagai aksesoris dan investasi, yang pada akhirnya apabila sudah tidak menyenangi perhiasan tersebut akan dijual kembali.
  5. Pemberian souvenir setiap hari bagi 1.000 pengunjung wanita pertama disamping pemberian kupon undian yang diundi pada akhir pameran bagi pembeli diatas Rp. 2 juta.

 

 

Minat Pengunjung dan Penjualan Selama Pameran

Surabaya International Jewellery Fair 2012 dikunjungi  12.400 pengunjung atau rata rata 3.100 orang setiap hari, atau naik 5,08% dibanding Tahun 2011 sebesar 11.800 pengunjung atau rata-rata 2.950 orang setiap hari. Jumlah penjualan selama pameran berlangsung sebesar Rp 40,61 Milyar, naik 1,29% dibanding 2011 sebesar Rp. 40,09 Milyar.

Kenaikan penjualan pada Pameran Perhiasan 2012, disebabkan antara lain oleh :

 

  1. Berdasarkan data omset penjualan sebagaimana tersebut diatas,ternyata daya beli pengunjung tidak terlalu besar,karena bersamaan dengan  kebutuhan biaya untuk long weekend bersama keluarga.
  2. Surabaya International Jewellery Fair 2012 dilaksanakan bertepatan dengan banyaknya pengunjung yang berkeinginan membeli perhiasan dengan kombinasi batu-batuan/permata/mutiara/berlian dengan desain etnik serta model terbaru saat ini sebagai aksesoris dan sebagai barang simpanan.
  3. Berdasarkan pengamatan Banyak Para Tengkulak perhiasan dari Kabupaten dan Kota memanfaatkan momen pameran tersebut untuk membeli perhiasan fashion dengan harga pabrik dan akan dijual di Kabupaten masing-masing dengan harga yang lebih tinggi.
  4. Harga emas lantakan masih belum stabil, sehingga para buyers dari dalam dan luar negeri beralih membeli berlian sebagai aksesoris yang sekaligus untuk investasi, sehingga beberapa industri perhiasan di Jawa Timur yaitu : PT. UBS, PT HWT,PT Prince, PT Crown dan beberapa perusahaan dari Hongkong yang memproduksi perhiasan emas/perak yang dipadukan dengan berlian banyak dikunjungi dan produknya banyak dibeli.
  5. Secara umum dapat dijelaskan bahwa para pengunjung dan buyers saat ini banyak tertarik pada produk berlian baik untuk aksesoris maupun untuk investasi,karena produk berlian harganya relatif stabil dan cenderung untuk naik.
  6. Omset penjualan IKM yang difasilitasi oleh Disperindag Jawa Timur bersama Dekranasda Provinsi Jawa Timur mengalami penurunandibanding tahun 2011. Pada 2011 omset penjualan IKM rata rata Rp 58.500.000,-setiap IKM, sehingga omset penjualan untuk 20 IKM di tahun 2011 sebesar RP 1,17 milyar. Pada SIJF 2012 omzet penjualan per IKM sebesar Rp 31,397 juta mengalami penurunan 46,30%.

Namun Omset Penjualan peserta Luar Negeri  pada SIJF 2012 sebesar Rp. 15,395 milyar untuk 13 peserta sehingga rata-rata per peserta omset penjulannya sebesar Rp, 1,184 milyar atau naik 92,52% dibanding omset SIJF 2011 sebesar Rp. 615 juta.

Penyebab penurunan omset penjualan para IKM di SIJF 2012, antara lain :

-          Kreativitas dan perubahan desain produk para pengrajin tidak sebanding dengan keinginan perubahan desain para konsumen, sehingga produk pengrajin kurang diminati oleh pasar.

-    Kreatifitas pengrajin dalam memadukan antara batu dan perak/emas masih perlu penyempurnaan, sehingga kedepan masih diperlukan pembinaan dibidang desain.

-     Produk para pengrajin pada umumnya jarang yang memadukan antara berlian dan perak/emas, hanya satu pengrajin yaitu Xaverius yang sebagian kecil produknya memadukan antara perak, emas dan berlian.

-          Sebagian besar pengunjung yang hadir pada SIJF 2012 adalah pengunjung yang mencari perhiasan untuk aksesoris dan investasi.

 


Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Sangat Bagus: 0%
Bagus: 0%
Biasa Saja: 0%
Kurang Bagus: 0%