Jatim Strategi untuk Investasi

Sumber : MEDIA INDAG

Di hadapan para Senior Official’s Meeting (SOM)  II APEC, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo menyakinkan bahwa Provinsi Jawa Timur merupakan tempat yang strategis untuk berinvestasi. “Pertumbuhan ekonomi Jatim sangat baik. Pada 2011 pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 7,27% lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Nasional pada periode yang sama, sebesar 6,23%,”kata gubernur kepada para peserta sidang APEC dan anggota Bandung Spirit Program di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/4).

 

Untuk menunjang iklim investasi Pemprov Jatim memberikan fasilitas kemudahan perizinan untuk Penanaman Modal Asing (PMA), yang memerlukan waktu maksimal 17 hari. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hanya memerlukan waktu 11 hari. “Sudah banyak pengusaha investor-investor dari banyak negara menanamkan usahanya disini. Hasilnya tidak ada pengusaha yang mengeluh. Silahkan ditanyakan kalau tidak percaya,” kata gubernur.

Arus angkutan barang dari dan ke daerah-daerah lain, maupun kepelabuhan ekspor Tanjung Perak dan Bandara Internasional Juanda telah dihubungkan oleh jalan tol yang terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya, sehingga dapat mempermudah transportasi ke beberapa negara APEC, diantaranya Hongkong, China, Taiwan, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Saudi Arabia. Selain itu Jatim merupakan pusat pengembangan perdagangan, industri, jasa, distribusi logistik yang tidak hanya melayani penduduk lokal berjumlah 38 juta jiwa namun lebih dari 120 juta jiwa dari penduduk Indonesia wilayah timur seperti Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT, NTB, Maluku, Papua, bahkan Timor Leste.

Selama penyelenggaraan APEC di Surabaya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Dr Budi Setiawan MMT, membidik sektor investasi. Menurutnya sektor perdagangan di Jawa Timur berpotensi tinggi untuk dikembangkan lebih lanjut, baik perdagangan antar-daerah maupun perkembangan internasional.

“APEC merupakan kesempatan emas bagi pemprov Jatim membidik para investor agar bersedia menanamkan modalnya. Caranya dengan menggunakan strategi yang kuat di bidang perdagangan. Salah satunya melalui negosiasi kerja sama dagang dengan anggota ekonomi APEC. “Tujuannya adalah membuka ruang bagi masuknya investor asing ke Jatim,” Tambah Budi. Jatim memilki kelebihan yang menarik bagi masukya investasi seperti daerahnya luas, birokrasinya mudah dan transparan, upah buruh bersaing, dan situasi keamanan yang kondusif. Itu yang kita tawarkan kepada delegasi APEC,” jelasnya.

Infrastruktur di Jawa Timur terus dikembangkan, salah satu ruas tol utama yang sedang dibangun saat ini akan menghubungkan Surabaya dan Mojokerto, dan Gempol-Pasuruan yang merupakan jalur ekonomi uatama di Jawa Timur serta melanjutkan ruas tol Gempol-Malang yang merupakan jalur wisata.

Diantara jalan tol Surabaya-Mojokerto disediakan area seluas 10.000 Ha di Mojokerto Utara untuk kawasan industri kelas dunia. Kawasan yang melanjutkan sukses Ngoro Industrial Park (yang face II akan diperluas 230 Ha lagi), merupakan blok-blok (cluster) untuk industri lokal dan asing.

Gubernur Soekarwo juga memberikan jaminna ketersediaan tenaga listrik Jawa-Bali sebesar 6.822 MW untuk zona eco industri Mojokerto, selain infrastruktur jalan yang terus diperbaiki.

Bangga

Pertemuan APEC di Surabaya Jawa Timur, 7-21 April 2013 yang disebut sebagai Senior Official’s Meeting merupakan bagian dari pertemuan persiapan KTT APEC di Bali. Pertemuan SOM I digelar 25 Januari-7 Februari 2013 di Jakarta. Gubernur Jatim Dr Soekarwo mengungkapkan kebanggaannya atas dipilihnya Jatim sebagai salah-satu tuan rumah penyelenggaraan APEC. Pilihan ini merupakan hasil dari pertimbangan yang sangat matang. Seperti kemudahan akses, ketersediaan fasilitas dan keamanan yang terjamin. Terakhir kali Indonesia menjadi ketua dan tuan rumah APEC tahun 1994. “Saat itu lahir sebuah hasil monumental berupa visi APEC yang dikenal sebagai deklarasi Bogor Goal,” jelas ketua SOM II APEC, Yuri Octavian Thamrin.

Deklarasi tersebut bertujuan menciptakan liberalisasi sistem perdagangan dan investasi tahun 2010 untuk negara maju dan selambat-lambatnya tahun 2020 bagi negara berkembang. Caranya dengan memperkuat sistem perdagangan multilateral yang terbuka, meningkatkan liberalisasi perdagangan dan jasa, mengintensifkan kerjasama ekonomi di Asia Pasifik, dan memepercepat proses liberalisasi melalui penurunan hambatan perdagangan dan investasi lebih jauh. Sehingga hasilnya diharapakan dapat meningkatkan arus barang, jasa, modal secara bebas dan konsisten dengan Kesepakatan Umum Tarif dan Perdagangan (GATT).

Sementara wakil Menteri Perdagangan RI, Bayu Krishnamurti mangaku bahwa Pemprov Jatim yang terbukti sukses yang mengembangkan potensi perekonomiaannya. “Jawa Timur adalah Provinsi terbaik, khususnya di bidang pertanian. Indonesia bangga memiliki Jatim beserta kinerja gubenurnya.”katanya.

 oleh : Anana

 

 


Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Sangat Bagus: 0%
Bagus: 0%
Biasa Saja: 0%
Kurang Bagus: 0%