Era Ekonomi Digital: Jangan Hanya Jadi Dropshipper

Era ekonomi digital memang tak bisa dihindari lagi, derasnya impor barang menjadi bagian yang kurang menguntungkan bagi Indonesia. “Indonesia masih jadi pasar yang sangat potensial untuk barang impor, untuk itu kita berupaya agar dalam e-commerce kita tak hanya menjadi pedagang atau dropshipper, tetapi juga sebagai produsen yang produknya bisa masuk secara global,” papar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. M. Ardi Prasetyawan, M.Eng.Sc., ME dalam acara Rapat Evaluasi dan Sinkronisasi Program / Kegiatan dengan Kabupaten Kota se-Jawa Timur yang berlangsung tanggal 5 hingga 6 Maret 2018 di Garden Palace Hotel Surabaya.

Lebih lanjut, keberadaan ekonomi digital memang tidak bisa dihindari lagi karena era teknologi memang menjadi bagian dari kehidupan saat ini. Oleh karena itu rapat ini mengambil tema “Sinergi Program/Kegiatan dalam rangka Penguatan Daya Saing Industri dan Perdagangan Jawa Timur di Era Ekonomi Digital”.

Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur lebih mengarahkan pengembangan teknologi digital ini tidak hanya di sisi pemasaran saja tetapi juga sisi produksi melalui konsep industry 4.0. Menurut Kadisperindag, industry 4.0 ini akan dijadikan konsep e-raw material dimana produsen dalam hal ini Industri Kecil Menengah (IKM) mudah memperoleh bahan bakunya secara digital tanpa mengkhawatirkan keberadaan stok dan kontinyuitas produksinya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Rencana dan Program - Biro Perencanaan Kementerian Perdagangan RI, Yan Triono juga mengatakan ekonomi digital adalah bagian dari revolusi industry 4.0.  “Revolusi industry 1.0 ketika ditemukan mesin uap, 2.0 ketika ditemukan listrik, 3.0 ketika ditemukan internet, email, 4.0. robotisasi, otomatisasi, drone, fintek (finansial teknologi),” jelasnya.

Melihat keadaan saat ini maka diperlukan antisipasi dan adaptasi pergeseran perdagangan dari offline ke online. Untuk itu, pemerintah akan melakukan kebijakan yang mengarah ke perdagangan online. “Potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar, yaitu 262 juta penduduk, pengguna internet 132,7 juta, penggunan media social 106 juta. Inilah yang jadi target kebijakan karena akan meluaskan akses pasar Ekspor. Yang penting juga di digitalisasikan juga pelayanan kita juga,” tambah Yan.

Acara ini juga dihadiri beberapa narasumber diantaranya, Kadiskominfo Prov Jawa Timur, Kadis Pertanian dan  Ketahaan Pangan Prov Jatim, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Perindustrian RI, Head of Special Projects Bukalapak,dan Vice President Tani Hub.


Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Sangat Bagus: 100%
Bagus: 0%
Biasa Saja: 0%
Kurang Bagus: 0%